LPM Dorong Budaya Mutu Berkelanjutan, Prodi PAI IAINU Tuban Sukses Raih Akreditasi Unggul 

lpmiainutuban - Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban resmi meraih peringkat akreditasi "Unggul" dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) berdasarkan Surat Keputusan No. 1215/SK/LAMDIK/Ak/S/VII/2025. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pengembangan mutu akademik Prodi PAI dan sekaligus mempertegas komitmen institusi terhadap penjaminan mutu yang berkelanjutan dan berbasis refleksi.

Pencapaian ini tidak datang secara instan. Di balik SK tersebut, terdapat proses panjang yang dijalani dengan penuh kedisiplinan akademik, kepemimpinan kolektif, dan kerja-kerja sistematis yang dibingkai dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Sejak awal proses, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAINU Tuban terlibat aktif dalam mendampingi, mengarahkan, dan menumbuhkan budaya mutu di tingkat prodi.

“Mutu tidak dibangun dalam semalam, dan tidak hadir hanya untuk memenuhi borang. Kami bersama Prodi PAI membangun mutu sebagai budaya, bukan proyek. Akreditasi unggul ini adalah hasil dari proses kolektif yang berjalan secara konsisten,” ujar Siti Nurjanah, M.Pd.I., Ketua LPM IAINU Tuban.

Seluruh proses pengembangan prodi dan persiapan akreditasi dilakukan berbasis siklus mutu PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Siklus ini bukan sekadar kerangka administratif, melainkan menjadi pendekatan manajemen mutu yang adaptif dan membumi di tingkat program studi.

Sebagai lembaga penggerak mutu, LPM mengoperasikan dua divisi kunci: Pusat Penjaminan Mutu Internal (PPMI) yang berfokus pada pengembangan, pembinaan, dan monitoring implementasi standar mutu di tingkat program studi; serta Pusat Penjaminan Mutu Eksternal (PPME) yang berperan mendampingi proses akreditasi, memverifikasi dokumen evaluasi diri, dan menyusun narasi kinerja secara menyeluruh. Sinergi keduanya memastikan bahwa budaya mutu tidak hanya berjalan ke dalam, tapi juga siap divalidasi secara eksternal.

Prodi PAI tidak hanya berhasil memenuhi standar minimal akreditasi, tetapi mampu menunjukkan identitas akademik yang kuat. Asesor LAMDIK, Prof. Dr. Sururin, M.Ag. dan Prof. Dr. Masturin, S.Ag., M.Ag., yang hadir dalam asesmen lapangan pada 26–27 Mei 2025, memberikan apresiasi atas konsistensi narasi mutu yang dibangun prodi—baik dari aspek kurikulum, pembelajaran, tata pamong, hingga penguatan budaya akademik mahasiswa.

“Akreditasi unggul ini menjadi pengakuan eksternal atas kerja kolektif kami. Tapi yang lebih penting, ini adalah pemantik bagi kami untuk terus tumbuh,” ujar Isnawati Nur Afifah Lathif, M.Pd.I., Kaprodi PAI.

Bagi LPM, akreditasi unggul bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan momentum untuk memperluas dampak budaya mutu di seluruh lingkungan akademik. Evaluasi pascakreditasi telah dirancang untuk memetakan keberlanjutan mutu, termasuk penguatan dokumentasi kinerja, pengembangan sistem pelaporan berbasis data, dan peningkatan kapasitas SDM mutu di tingkat prodi.

“Kami ingin membuktikan bahwa mutu tidak berhenti di SK. Kami ingin menjadi institusi yang terus belajar, terus memperbaiki diri, dan terus melahirkan inovasi,” tegas Ketua LPM.

Capaian Prodi PAI ini menjadi role model bagi program studi lain dalam mendesain evaluasi diri, dan menjajaki format pendampingan mutu berbasis kebutuhan masing-masing.

“Kami tidak mengejar semua prodi harus unggul, tapi kami ingin semua prodi berproses menuju keunggulan. Karena dalam mutu, yang terpenting adalah kesadaran dan konsistensi,” pungkas tim LPM.

Dekan Fakultas Tarbiyah IAINU Tuban, Moh. Mundzir, S.E., M.A., juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim akreditasi Prodi PAI, yang telah bekerja dengan dedikasi, ketelitian, dan semangat kolaboratif dalam menyiapkan seluruh instrumen dan pelaksanaan asesmen lapangan. Kerja senyap tapi bermakna dari tim akreditasi menjadi fondasi keberhasilan ini. Terima kasih telah menjadi wajah mutu dari dalam.

Akreditasi Unggul Prodi PAI menjadi bukti bahwa kerja-kerja mutu yang kadang tak terlihat, ternyata bisa menghasilkan capaian luar biasa. LPM, meskipun berada di balik layar, berperan sebagai katalis perubahan budaya institusi. Ke depan, LPM akan terus menjadi mitra kritis bagi program studi dalam membangun sistem akademik yang sehat, adaptif, dan berkelanjutan. Perjalanan mutu belum selesai. Justru kini dimulai dari titik yang lebih tinggi.






Bagikan Berita ...