Simulasi Pengisian Data Audit Mutu Internal di Aplikasi eAMI dan Sosialisasi Lingkup Audit IAINU Tuban Tahun 2025
lpmiainutuban – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAINU Tuban kembali mengambil langkah strategis dalam memperkuat budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi melalui penyelenggaraan Simulasi Pengisian Data Audit Internal berbasis aplikasi eAMI serta Sosialisasi Lingkup Audit Internal Tahun 2025 di Ruang Rapat IAINU Tuban pada tanggal 24 November 2025 mulai pukul 10:00 WIB. Kegiatan ini digelar dalam rangka memastikan kesiapan Unit Pengelola Program Studi (UPPS) dan Program Studi (PS) dalam melaksanakan Audit Mutu Internal (AMI) secara lebih sistematis, efisien, dan berbasis data.

Pelaksanaan AMI tahun 2025 merupakan bagian dari siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang terus dikembangkan untuk memastikan mutu tridharma perguruan tinggi berjalan sesuai standar nasional maupun standar mutu internal IAINU Tuban dengen menyesuakan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025. Dengan hadirnya aplikasi eAMI sebagai platform digital utama, diharapkan proses audit berjalan lebih transparan, terukur, serta memudahkan auditor maupun auditee dalam mengelola bukti-bukti kinerja dan dokumen pendukung.
Ketua LPM IAINU Tuban menyampaikan bahwa digitalisasi AMI bukan sekadar inovasi teknis, tetapi bagian dari komitmen institusi untuk membangun budaya mutu yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. “Dengan eAMI, proses audit tidak lagi bergantung pada kelengkapan berkas fisik. Semua unit dapat memantau status capaian, mengunggah dokumen eviden, dan mendapatkan umpan balik auditor melalui satu pintu. Ini merupakan langkah maju menuju tata kelola mutu yang modern dan akuntabel,” ujarnya.
Selain itu, penggunaan eAMI juga membantu IAINU Tuban dalam mempersiapkan diri menghadapi tuntutan akreditasi nasional maupun internasional, di mana pengelolaan data dan bukti kinerja berbasis digital telah menjadi standar global. Acara simulasi pengisian data audit merupakan inti dari kegiatan ini. Para peserta yang terdiri atas perwakilan dari tujuh program studi PAI, PGMI, PIAUD (Fakultas Tarbiyah), Perbankan Syariah (FEBI), Manajemen Dakwah dan Psikologi (Fakultas Dakwah), serta HKI (Fakultas Syariah) mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan langsung cara menggunakan aplikasi eAMI mulai dari tahap login, pemilihan standar audit, pengisian indikator, hingga pengunggahan bukti.

Simulasi dilakukan sebagai upaya memastikan bahwa seluruh auditee memiliki kemampuan teknis yang sama dan memahami alur pengisian dengan benar sebelum proses audit resmi dilaksanakan. Pendampingan dilakukan oleh tim LPM dan auditor senior yang telah mendapatkan pelatihan khusus dalam penggunaan aplikasi. Beberapa isu teknis yang kerap muncul saat proses AMI manual juga dibahas, seperti kesesuaian format dokumen, konsistensi antara laporan dan eviden, serta pemetaan indikator kinerja. Peserta diberikan contoh kasus nyata sekaligus solusi untuk meminimalkan risiko kesalahan saat pengisian borang. Dengan demikian, simulasi tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga edukatif dalam meningkatkan kapasitas manajerial masing-masing program studi.

Selain simulasi teknis, LPM juga menyampaikan lingkup audit internal tahun 2025 yang telah disesuaikan dengan perkembangan regulasi pendidikan tinggi, standar nasional, serta kebutuhan strategis IAINU Tuban. Lingkup audit meliputi aspek tata pamong, kurikulum, sumber daya manusia, keuangan, penelitian, pengabdian masyarakat, kerja sama, serta layanan mahasiswa.
Penekanan khusus diberikan pada integrasi antara pelaksanaan tridharma dan penjaminan mutu. Setiap program studi wajib menunjukkan bukti implementasi SPMI dalam siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) yang diterapkan secara konsisten. Auditor akan menilai tidak hanya keberadaan dokumen, tetapi juga efektivitas pelaksanaannya di lapangan. Untuk tahun 2025, audit juga akan memperhatikan tiga perhatian utama:
- Keterpaduan Data Akademik dan Mutu
Seluruh data yang diunggah harus sesuai dengan data akademik yang terdapat di sistem informasi kampus. - Eviden keaktifan kegiatan tridharma berbasis outcome
Dokumen harus menggambarkan capaian kinerja, bukan hanya rencana atau laporan administratif. - Peningkatan layanan mahasiswa dan dampak program studi terhadap masyarakat
Auditor akan memberikan perhatian lebih pada inovasi layanan mahasiswa, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pengembangan diri, serta kontribusi PS terhadap masyarakat sekitar.
Dengan adanya lingkup audit yang lebih terarah ini, LPM berharap bahwa AMI dapat menjadi instrumen evaluasi yang efektif, bukan sekadar penilaian administratif.

Dalam kegiatan ini juga ditekankan pentingnya kemitraan antara auditor dan auditee. Audit internal bukan proses mencari kesalahan, melainkan perbaikan berkelanjutan. Auditor didorong untuk memiliki sikap objektif, profesional, dan komunikatif. Sementara itu, auditee diharapkan terbuka terhadap masukan dan menunjukkan komitmen dalam tindak lanjut temuan.
Ketua Tim Auditor Internal menyampaikan bahwa periode AMI 2025 akan lebih mengutamakan pendekatan coaching and accompagnement, di mana auditor tidak hanya menilai, tetapi juga membantu auditee memahami strategi peningkatan mutu berdasarkan temuan lapangan.
“Siklus mutu yang baik tidak lahir dari dokumen saja. Ia tumbuh dari kolaborasi, keterbukaan, dan semangat memperbaiki diri. AMI tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarunit demi mewujudkan IAINU Tuban yang unggul dan kompetitif,” tegasnya.

Melalui kegiatan sosialisasi dan simulasi ini, LPM IAINU Tuban berharap seluruh program studi dapat mempersiapkan diri dengan optimal, baik dari sisi teknis maupun substansi. Penggunaan aplikasi eAMI memberikan peluang besar untuk menciptakan sistem audit yang efisien, terdokumentasi, dan mudah ditindaklanjuti.


