IAINU Tuban Gelar Asesmen Lapangan Prodi Magister Pendidikan Agama Islam
lpmiainutuban - Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban kembali mencatatkan langkah penting dalam pengembangan institusinya. Pada Jumat, 2 Mei 2025, kampus berbasis Nahdlatul Ulama tersebut melaksanakan kegiatan asesmen lapangan sebagai bagian dari proses pembukaan Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI). Kegiatan berlangsung mulai pukul 13.00 WIB di ruang rapat utama IAINU Tuban dan dihadiri oleh jajaran pimpinan, tim pengelola prodi, dosen, serta tim asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Asesmen lapangan ini merupakan tahap krusial dalam pembukaan program studi baru di tingkat pascasarjana. Dalam kegiatan ini, para asesor melakukan evaluasi terhadap kesiapan institusi, mencakup dokumen administratif, kelengkapan sarana-prasarana, kecukupan sumber daya manusia (SDM), kelayakan kurikulum, serta implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Evaluasi ini tidak hanya menjadi syarat formal untuk memperoleh izin operasional, tetapi juga mencerminkan komitmen institusi terhadap penyelenggaraan pendidikan tinggi yang bermutu.

"Dalam membuka program magister, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penentu utama. Dosen pengampu harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi yang memadai, minimal berpendidikan doktor dan memiliki rekam jejak keilmuan yang baik," ungkap salah satu asesor dalam sesi tanya jawab. Ia juga menambahkan pentingnya keberagaman keahlian dosen untuk mendukung keluasan dan kedalaman kajian akademik pada level magister.
Di samping itu, kurikulum menjadi indikator penting kedua. Kurikulum yang disusun harus mampu menjawab tantangan zaman serta relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan Islam kontemporer. Kurikulum tersebut juga harus memberikan ruang yang cukup untuk penguatan teori dan praktik, riset, serta pembangunan wawasan keislaman yang moderat dan kontekstual.
Sementara itu, aspek ketiga yang ditekankan adalah keberlangsungan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). SPMI tidak hanya menjadi instrumen administratif, tetapi merupakan sistem yang menjamin proses akademik berjalan sesuai standar mutu yang ditetapkan. “SPMI harus aktif, bukan sekadar dokumen. Harus ada bukti nyata bahwa sistem ini dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan,” ujar asesor lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, tim pengelola prodi juga memaparkan visi, misi, serta distingsi akademik dari Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam IAINU Tuban. Salah satu kekuatan utama yang menjadi ciri khas prodi ini adalah fokus pada pengembangan nilai-nilai moderasi dalam ilmu agama. Moderasi beragama menjadi sangat penting di tengah meningkatnya polarisasi dan radikalisme dalam masyarakat. IAINU Tuban berkomitmen untuk menjadikan prodi ini sebagai pusat kajian pendidikan agama Islam yang inklusif, toleran, dan berbasis pada nilai-nilai kebangsaan. Dalam kurikulum, semangat moderasi ini diterjemahkan melalui mata kuliah-mata kuliah yang menekankan pada prinsip-prinsip tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), dan tawazun (seimbang).
"Kami ingin mencetak lulusan magister yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki pandangan keagamaan yang inklusif dan mampu menjadi penyejuk di tengah masyarakat yang majemuk," ujar Ketua Program Studi dalam pemaparannya.
Rektor IAINU Tuban Prof. Dr. H. Syamsul Huda, M.Fil.I., yang hadir dan membuka acara secara resmi, menyampaikan komitmen penuh institusinya dalam mendukung pembukaan Prodi Magister PAI. Ia menyampaikan bahwa pengembangan program pascasarjana merupakan bagian dari strategi institusi untuk meningkatkan daya saing dan kapasitas akademik kampus.
“IAINU Tuban telah menyiapkan segala sumber daya yang diperlukan, termasuk sarana-prasarana, tenaga pengajar, serta sistem penjaminan mutu. Kami berharap asesmen ini berjalan lancar dan mendapatkan hasil terbaik demi kemajuan pendidikan Islam di Indonesia,” ujar Rektor.
Dalam sesi diskusi, tim asesor juga memberikan berbagai masukan konstruktif untuk penyempurnaan proposal prodi. Mereka mengapresiasi semangat dan kesiapan tim pengelola, namun tetap menekankan pentingnya keberlanjutan dalam implementasi visi akademik ke depan. Hal ini termasuk strategi dalam pengelolaan riset, publikasi ilmiah, kerja sama akademik, serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.

Kegiatan asesmen ini disambut dengan antusias oleh seluruh civitas akademika IAINU Tuban. Sejumlah dosen yang hadir menyatakan harapannya agar prodi ini segera memperoleh persetujuan agar dapat membuka pendaftaran mahasiswa baru.
“Sudah lama kami mempersiapkan prodi ini. Banyak alumni dari jenjang sarjana yang ingin melanjutkan studi magister di bidang PAI, dan IAINU Tuban ingin hadir menjawab kebutuhan itu,” kata salah satu dosen senior.
Kehadiran program studi ini diharapkan akan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan agama Islam di tingkat lokal maupun nasional. Dengan distingsi pada moderasi beragama dan dukungan sistem akademik yang kuat, Prodi Magister PAI IAINU Tuban bertekad menjadi pelopor pendidikan Islam yang berkualitas dan berwawasan kebangsaan. Asesmen lapangan ini menjadi momentum penting, tidak hanya bagi pembukaan prodi, tetapi juga sebagai refleksi atas komitmen IAINU Tuban dalam menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang unggul, moderat, dan relevan dengan perkembangan zaman.


