Bahas Hasil AMI dan Capaian IKU-IKT: IAINU Tuban Gelar Rapat Tinjauan Manajemen

lpmiainutuban - Dalam rangka memperkuat tata kelola mutu pendidikan tinggi, Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban menyelenggarakan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) pada Rabu, 15 Mei 2025. Kegiatan ini digelar di Ruang Rapat Gedung KH. Hasyim Asy'ari lantai 2 dimulai pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai. Kegiatan ini dihadiri oleh 37 orang yang terdiri dari Pimpinan Rektorat, Dekan, Prodi, Dosen dan Tekndik serta pihak terkait.

RTM tahun ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di lingkungan IAINU Tuban, sekaligus menyampaikan hasil Audit Mutu Internal (AMI) tahun akademik berjalan. Selain itu, kegiatan ini juga membahas laporan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Tambahan (IKT), serta menjadi wadah diskusi antara pimpinan, auditor, dan segenap civitas akademika.

Ketua LPMI IAINU Tuban, Siti Nurjanah, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya RTM sebagai mekanisme reflektif dan korektif terhadap pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi. Menurutnya, RTM bukan hanya menjadi kewajiban dalam siklus penjaminan mutu, tetapi juga momentum strategis untuk menguatkan budaya mutu secara menyeluruh.

"RTM ini kita laksanakan sebagai bentuk tanggung jawab institusi untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Hasil AMI yang telah dilakukan menjadi bahan evaluasi bersama, agar kita semua memiliki pemahaman yang sama mengenai capaian, tantangan, dan langkah perbaikan yang harus dilakukan ke depan," ujarnya.

Dalam sesi laporan hasil AMI, dipaparkan bahwa sebagian besar unit kerja telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan dalam dokumen SPMI, meskipun masih terdapat beberapa rekomendasi perbaikan terutama dalam hal dokumentasi kegiatan dan ketercapaian standar layanan. Temuan tersebut disampaikan secara objektif oleh tim auditor internal sebagai bagian dari upaya peningkatan berkelanjutan.

Sementara itu, laporan capaian IKU dan IKT menunjukkan adanya progres positif di berbagai bidang, termasuk peningkatan jumlah publikasi ilmiah dosen, kerjasama institusional, serta keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan akademik dan non-akademik. Namun demikian, beberapa indikator masih memerlukan perhatian, khususnya dalam bidang tracer study alumni dan peningkatan daya saing lulusan.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Supriyanto, M.Pd., dalam tanggapannya menekankan bahwa sinergi antarunit harus terus ditingkatkan untuk memastikan bahwa setiap indikator kinerja tidak hanya menjadi angka di atas kertas, melainkan benar-benar mencerminkan kualitas riil yang dirasakan oleh mahasiswa, dosen, dan masyarakat luas.

RTM ini juga menjadi ruang dialog yang konstruktif. Dalam sesi diskusi, para peserta dari berbagai unsur termasuk kaprodi, kepala unit penunjang akademik, dan perwakilan mahasiswa menyampaikan masukan dan saran untuk penguatan sistem penjaminan mutu. Beberapa isu strategis yang mencuat antara lain penguatan digitalisasi pelaporan mutu, pelatihan rutin bagi auditor internal, dan perlunya strategi komunikasi mutu yang lebih inklusif kepada seluruh sivitas akademika.

Menutup kegiatan, Rektor IAINU Tuban, Prof. Dr. M. Syamsul Huda, M.Fil.I., menyampaikan apresiasi atas kerja keras LPM dan seluruh tim auditor. Beliau menegaskan komitmen pimpinan institusi untuk menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil RTM dengan langkah-langkah konkret dan terukur.

"Penjaminan mutu bukan pekerjaan satu dua orang, melainkan kerja kolektif seluruh warga kampus. Kita semua memiliki peran dalam menjaga dan meningkatkan mutu, demi kemajuan IAINU Tuban ke depan," tegas Rektor IAINU Tuban.

Dengan terselenggaranya RTM ini, IAINU Tuban menunjukkan keseriusannya dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan, sekaligus menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi keagamaan yang unggul dan bermartabat.





Bagikan Berita ...