IAINU Tuban Gelar RTM Tahun 2026: Perkuat Tata Kelola Organisasi yang Transparan dan Akuntabel
lpmiainutuban – IAINU Tuban melaksanakan RTM yang mana menjadi salah satu agenda strategis institusi dalam rangka memastikan tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 31 Januari 2026 di Trawas, Mojokerto. Tahun 2025 menjadi momentum krusial bagi IAINU Tuban dalam memperkuat tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel. Laporan ini merangkum potret menyeluruh mengenai capaian kinerja di tingkat Fakultas dan Program Studi yang menjadi ujung tombak pelayanan akademik. Evaluasi ini mencakup sinkronisasi kurikulum dengan kebutuhan zaman serta efektivitas proses pembelajaran yang telah dilaksanakan selama satu tahun terakhir.




Selain aspek akademik, laporan ini juga menyoroti peran strategis berbagai Lembaga di lingkungan IAINU Tuban, mulai dari Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), hingga lembaga pendukung lainnya. Sinergi antar lembaga ini menjadi kunci utama dalam memastikan bahwa visi misi institut tidak hanya menjadi jargon, tetapi terimplementasi secara nyata dalam setiap kebijakan dan program kerja.
Fokus utama dalam tinjauan tahun ini adalah evaluasi terhadap Kinerja Dosen. Kami mencatat perkembangan signifikan dalam aspek penelitian dan publikasi ilmiah di jurnal bereputasi, serta inovasi metode pengajaran berbasis teknologi. Di sisi lain, Kinerja Mahasiswa juga menjadi perhatian serius, baik dari sisi prestasi akademik, keaktifan dalam organisasi, maupun kontribusi nyata dalam pengabdian masyarakat sebagai representasi nilai-nilai Nahdlatul Ulama.
Berdasarkan hasil analisis data pada laporan ini, maka ditetapkan beberapa poin rekomendasi untuk ditindaklanjuti oleh unit kerja terkait:
- Optimalisasi Kapasitas Fakultas & Prodi: Perlu adanya re-akreditasi program studi secara berkala dengan target predikat "Unggul". Hal ini didukung melalui sinkronisasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) guna menjawab tantangan industri 5.0.
- Integrasi Output Lembaga: Mendorong LPPM untuk memetakan hasil riset dosen dan mahasiswa agar memiliki hilirisasi yang jelas, baik dalam bentuk pengabdian masyarakat yang terukur maupun publikasi di jurnal internasional bereputasi (Scopus/Sinta).
- Standarisasi Kinerja Dosen: Mewajibkan penyusunan portofolio kinerja melalui sistem digital terintegrasi (E-Kinerja) untuk memantau beban kerja dosen (BKD) secara real-time dan transparan.
- Peningkatan Indikator Kinerja Mahasiswa: Memperluas akses beasiswa prestasi dan memfasilitasi keterlibatan mahasiswa dalam kompetisi nasional maupun internasional untuk meningkatkan IKU (Indikator Kinerja Utama) institusi.
- Audit Internal Berbasis Risiko: Menginstruksikan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) untuk melakukan audit internal dengan pendekatan berbasis risiko guna memitigasi kendala operasional di masa mendatang.
Kami menyadari bahwa laporan ini masih memiliki kekurangan. Oleh karena itu, masukan dan rekomendasi yang dihasilkan dalam forum RTM 2025 ini sangat diharapkan untuk menjadi dasar pengambilan kebijakan strategis di masa depan. Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam menghimpun data dan melakukan analisis demi kemajuan IAI NU Tuban.


